STUDI KASUS PERTEMUAN 10

Situasi :

Di kelas XI MIPA guru kimia mengajarkan topik Hidrolisis Garam. Berdasarkan hasil ulangan harian sebelumnya, sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam:

  • Memahami hubungan antara ion hasil hidrolisis dan pH larutan
  • Menghubungkan konsep baru dengan pengalaman sebelumnya (asam–basa Arrhenius/Brønsted-Lowry)

Guru ingin mencoba meningkatkan pemahaman konsep sekaligus kepercayaan diri siswa dalam memecahkan masalah kimia.

Pada awal pembelajaran, guru merancang dua pendekatan yang dikombinasikan:

1. Penerapan Teori Belajar Bruner (Enaktif – Ikonik – Simbolik)

Guru melakukan langkah-langkah berikut:

·         Tahap enaktif:

Siswa melakukan percobaan sederhana mencampurkan beberapa jenis garam (CH₃COONa, NH₄Cl, NaCl) dengan air, kemudian mengukur pH menggunakan pH meter.

·         Tahap ikonik:
Siswa mengamati grafik perubahan pH serta melihat diagram interaksi ion garam dengan air (hidrolisis).

·         Tahap simbolik:

Siswa menuliskan persamaan reaksi hidrolisis, menentukan sifat larutan, lalu memprediksi pH garam lain berdasarkan konsep.

Namun, sebagian siswa masih ragu menghubungkan hasil eksperimen dengan konsep teoretis.

 

2. Penerapan Teori Belajar Albert Bandura (Observational Learning & Self-Efficacy)

Untuk mengatasi keraguan siswa, guru menambahkan aktivitas:

·         Modeling (pemodelan):
Guru memperlihatkan video seorang siswa “role model” yang menjelaskan langkah-langkah penentuan sifat garam sambil menyelesaikan contoh soal.

·         Guided Practice :
Siswa bekerja berpasangan, di mana siswa yang lebih paham membimbing temannya (peer modeling).

·         Verbal persuasion:
Guru memberikan penguatan, seperti “Kalian mampu menyelesaikan soal ini karena sudah memahami polanya.”

·         Self-reflection:
Di akhir pembelajaran, siswa menilai sendiri peningkatan pemahaman dan kepercayaan diri mereka menggunakan lembar refleksi.

Namun, beberapa siswa masih pasif ketika diskusi kelompok karena merasa konsepnya “terlalu sulit”.

Pertanyaan Permasalahan

1.      Bagaimana analisis Anda terhadap penerapan teori Bruner dalam skenario di atas?
Identifikasi langkah mana yang sudah sesuai dan mana yang perlu diperbaiki

2.      Bagaimana penerapan teori Albert Bandura dalam pembelajaran tersebut dapat meningkatkan self-efficacy siswa?

3.      Apa penyebab sebagian siswa tetap pasif meskipun sudah diberikan pemodelan dan latihan kelompok?

4.      Bagaimana Anda merancang solusi untuk meningkatkan partisipasi aktif siswa dengan memadukan teori Bruner dan Bandura secara lebih optimal?

5.      Jika Anda adalah guru kimia, bagaimana Anda akan menilai keberhasilan pembelajaran berdasarkan dua teori tersebut?



 

Komentar

Postingan Populer